Kenali Kondisi Kesehatan Bayi Sering BAB dan Kentut

Kenali Kondisi Kesehatan Bayi Sering BAB dan Kentut

Kelahiran sang buah hati menjadi idaman bagi orang tua setelah menantikan selama berbulan-bulan lamanya. Setelah itu terlihat tumbuh kembangnya seiring berjalannya waktu. Bahkan sering ditemui kondisi seperti bayi sering BAB dan kentut sehingga butuh perhatian dan penanganan dari ibunya.

Memperhatikan Kondisi Kesehatan Bayi Sering BAB dan Kentut  

Memperhatikan Kondisi Kesehatan Bayi Sering BAB dan Kentut

Bagi sang bunda perilaku bayi sering BAB dan kentut memberikan rasa khawatir. Perubahan bentuk dan warna tinja juga dapat terlihat selama pertumbuhannya. Biasanya si kecil akan buang air besar untuk satu hari pertama dengan kotoran berwarna hitam kehijauan. Berikut ulasannya: 

1. Bayi Bisa BAB Sebanyak 5 Sampai 7 Kali Sehari

Bagi orang dewasa BAB dengan intensitas terlalu sering, dikaitkan dengan masalah sistem pencernaan. Tapi lain halnya dengan bayi baru lahir atau ketika usianya mencapai 6 hingga 8 minggu, frekuensi mengeluarkan feses bisa sampai 5 atau 7 kali per hari. Bahkan saat buang angin juga mengeluarkan kotoran.

Akibat terlalu seringnya si kecil buang air besar, sang ibu menganggapnya terkena diare. Padahal keadaan tersebut normal terjadi. Pemberian ASI ketika menyusu akan membuat bayi menjadi sering mengeluarkan feses. Namun hal ini berbeda dengan buah hati yang meminum susu formula.

2. Bayi Sering BAB Bukan Pertanda Diare

Kemungkinan bayi Sering BAB dan kentut tidak bisa langsung ditetapkan bahwa si kecil menderita diare. Sebab apabila rutin mendapat ASI, kejadian seringnya buang air besar dapat terjadi. Air susu ibu memiliki dampak laksatif maka dari itu tidak heran bila sang buah hati mudah mengeluarkan feses.

Pada usia bayi menginjak 6 sampai 7 minggu, air susu ibu mampu membersihkan saluran pencernaannya bahkan ketika janin berada di dalam rahim sang ibu. Senyawa bilirubin kemudian dibuang melalui feses. Itulah sebabnya intensitas BAB sang anak menjadi lebih sering.

3. Bayi Sering Kentut Bukan Berarti Mengalami Gangguan Pencernaan

Wajar apabila sang bunda khawatir bila buah hatinya seringkali mengeluarkan gas dari dalam tubuhnya. Namun tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa hal itu adalah gangguan pencernaan. Bayi yang sering buang angin adalah perilaku normal dan dapat dipengaruhi oleh kondisi lainnya.

Penyebab bayi sering buang angin dapat disebabkan oleh perut kembung. Biasanya disebabkan peningkatan gas berlebih di dalam usus besar. Selain itu kemungkinan si kecil menelan udara saat menghisap ASI. Wujud zat tersebut kemudian melalui usus lalu dikeluarkan lewat anus.

Kurang lebih berbagai pembahasan Inna-Q di atas menjelaskan mengapa bayi sering BAB dan kentut tanpa harus menyimpulkannya dengan gangguan sistem cerna atau diare. Sang bunda juga dapat berkonsultasi dengan dokter terkait penanganan dan kondisi apabila ditemui masalah lebih serius.

Jangan lupa dibagikan ya!

Recommended For You

About the Author: Luqman

Hobi Makan dan Baca Buku, Penyuka Tantangan dan Hal Baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *